Mo-Ma-Doq, Kursi Ala New Normal Karya Mahasiswa ITS

Ilustrasi kursi Mo-Ma-Doq karya mahasiswa ITS. (Sumber: Dok. ITS)
Isi Tabel

Berangkat dari kondisi pandemi Covid-19, mahasiswa Institut Tekenologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi kursi yang sesuai dengan era new normal. Ferdy Pradipta Zulfaninata menciptakan physical distancing chair bernama Mo-Ma-Doq atau Modular Mask Doq.

Mo-Ma-Doq ini menerapkan desain kursi yang dibuat melingkar dan saling membelakangi, sehingga dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, mahasiswa ITS tersebut membuat bentuk kursinya saling membelakangi sehingga tidak ada tatapan muka.

Baca juga: Senopati, Inovasi Alat Pendeteksi Tsunami Karya ITS

Bentuk Kursi Mo-Ma-Doq

Ferdy mengatakan, kursi ini juga memiliki konsep modular, yakni dapat membagi produk dalam beberapa modul atau gabungan. Tujuan menerapkan konsep tersebut agar kursi ini mudah diproduksi secara massal. Selain itu, memudahkan kursi untuk dibongkar pasang sehingga multifungsi dan mudah dipindahkan.

“Pembatas yang terdapat pada kursi juga bisa menjadi perantara untuk pot bunga dengan memanfaatkan ruang kosong yang ada,” katanya, dikutip dari laman resmi ITS, Minggu (01/05).

Filosofi dari Inovasi Buatan Mahasiswa ITS

Kursi Mo-Ma- Doq ini ternyata memiliki nilai fisilosifnya lho. Mahasiswa berusia 21 tahun ini, ternyata mengambil nama Doq dari kepedekan tari Hudoq. Tarian yang melekat dengan suku Dayak Bahau sebagai salah satu rumpun suku Dayak.

“Saya itu lahir dan besar di Kalimantan Timur, tepatnya Samarinda, jadi saya mengangkat tarian Hudoq dari Dayak Bahau,” terangnya.

Tema budaya yang diangkat pada kursi ciptaannya tersebut sebagai sebuah bentuk simbolisasi dan kebanggaan diri sebagai putra daerah. Selain itu, konsep tarian tersebut dirasa cocok dengan era new normal hingga akhirnya mengeksekusi tari Hudoq ke dalam sebuah desain.

Tari Hudoq dilakukan dengan menggunakan penghalang muka atau topeng. Nah, atribut utama tarian itu menginspirasinya tentang situasi pandemi yang mengharuskan orang untuk menutupi setengah wajahnya. Bukan hanya itu, koreografi tarian tersebut dirasa juga cocok diaplikasikan dalam desain karena gerakannya memutar seperti saling membelakangi.


Apa yang dibuat oleh Ferdy ini membuahkan sebuah prestasi untuk ITS. Inovasi kursi yang diciptakannya ini berhasil mengantongi medali perak dalam ajang Bharatika Creative Design Festival 2021 pada 21 – 23 Mei 2021 lalu. Kondisi pandemi yang tengah terjadi membuat tema yang diangkat bertujuan untuk merespon situasi tersebut dari segi desain.

Baca juga: ITS Ciptakan Mesin Pencacah Rumput Bertenaga Listrik

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments