ITS Ciptakan Mesin Pencacah Rumput Bertenaga Listrik

Ilustrasi mahasiswa ITS ciptakan alat pencacah rumput. (Sumber: Dok. ITS)
Isi Tabel

Dalam dunia peternakan pastinya penggunaan mesin diesel sudah tidak asing lagi. Salah satunya adalah mesin pencacah rumput. Namun, ternyata mesin berbahan dasar seperti itu memberikan dampak pada permasalahan lingkungan.

Sebab, mesin dengan diesel itu akan menghasilkan emisi karbondioksida sehingga bisa mencemarkan lingkungan. Apalagi bahan bakar minyak berupa solar ini juga termasuk ke dalam bahan yang tidak dapat terbarukan.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Tim KKN Abmas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ciptakan mesin pencacah rumput dengan tenaga listrik, serta sitem on-grid photovoltaic. Sebab, kebanyakan mesin tersebut di pasaran berbahan bakar solar yang tidak terbarukan.

“Akhirnya, kami berusaha mengembangkan mesin pencacah yang komersil itu dengan energi baru dan terbarukan,” ujar Fredy Riko Alamsyah, perwakilan tim, dikutip dari laman resmi ITS, Minggu (24/04).

Manfaat Mesin Pencacah Bertenaga Listrik

Dengan inovasi mesin pencacah ini, mereka ingin mengenalkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di kehidupan sehari-hari kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat dapat beralih dari bahan bakar minyak ke listrik.

Bukan hanya sekadar memodifikasi sumber energinya, Tim KKN Abmas ini juga menambahkan pemecah rumput pada mesin pencacah tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas rumput yang akan dijadikan pakan sapi ternak.

“Terutama pada sapi perah, rumput yang diberikan harus dicacah dengan halus,” imbuh mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Sementara itu, Riko bersama tim memasang sistem on-grid photovoltaic untuk memenuhi kebutuhan listrik peternakan tersebut. On-grid ini berarti tegangan yang dihasilkan panel surya tersebut diubah menjadi tegangan AC, kemudian disambungkan dengan jala-jala PLN.

“Kami juga menambahkan sensor limiter pada sistemnya, sehingga bisa mencegah tegangan untuk masuk ke dalam meteran PLN,” tutur mahasiswa asal Jember tersebut.

Dengan adanya panel surya tersebut, biaya tagihan listrik untuk menggunakan mesin pencacah berbahan energi baru dan terbarukan tidak mahal. Tentunya, keunggulan tersebut akan membuat peternak tidak perlu khawatir mengenai tagihan.

Bukan hanya biaya yang lebih murah, mesin pencacah buatan ITS ini juga menghasilkan cacahan rumput yang lebih bagus dan halus dibandingkan mesin di pasaran. Hal tersebut membuat para peternak dapat menghasilkan rumput yang lebih baik untuk makan ternaknya.

Baca juga: Mahasiswa IPB Gagas Pengelolaan Sampah Jadi Listrik


Lewat inovasi mesin pencacah ini, mahasiswa ITS berusaha membantu para peternak untuk menggunakan mesin yang lebih ramah lingkungan. Jadi, para peternak bisa menghasilkan pakan ternak yang lebih baik.

Diketahui, Tim ITS ini telah ciptakan satu unit mesin pencacah rumput serta tiga panel surya paralel. Alat-alat tersebut diberikan kepada peternakan di Karangploso, Kabupaten Malang.

Baca juga: Sepeda Kayuh Pengolah Sampah Karya Mahasiswa UNS

0 0 votes
Article Rating
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments