5 Hal yang Perlu Diketahui Soal E-commerce di Tahun 2021

Ilustrasi e-commerce. (sumber: Pixabay)
Isi Tabel

Di tahun 2021 ini, kemajuan teknologi semakin disadari kebutuhannya sehingga perkembangannya pun semakin pesat. Salah satu produk perkembangan teknologi yang sering digunakan adalah kehadiran e-commerce atau toko online.

E-commerce merupakan sebuah platform yang menyediakan berbagai macam produk yang dapat dijual kepada konsumen. Produk-produk tersebut dapat berupa barang ataupun jasa. Di masa pandemi ini, penggunaan e-commerce semakin melonjak. Oleh sebab itu, dalam perjalanannya, e-commerce membutuhkan perkembangan oleh orang-orang di balik layar dan konsumennya sendiri. 

Kali ini, kita akan membahas hal-hal yang perlu diketahui dalam pengembangan e-commerce pada tahun 2021 ini, khususnya para pekerja di e-commerce tersebut.  Mulai dari peraturan, prioritas, hingga ekspektasi yang datang dari konsumen sendiri. Apa saja hal-hal penting itu? Yuk, kita simak 5 hal penting yang perlu diperhatikan!

person using macbook pro on black table

Ilustrasi merancang e-commerce

Baca juga: Yuk Mengenal eBay, Si Pelopor E-commerce di Dunia

Rekor Kompetisi Online E-commerce

Masa pandemi merupakan masa dimana hampir semua orang punya kehidupan di dunia maya. Salah satunya adalah dalam urusan berbelanja di toko online atau e-commerce. Oleh sebab itu, banyak e-commerce yang setiap harinya mendapatkan konsumen baru.

Ini berarti kompetisi antar e-commerce semakin meningkat. Dalam kata lain, konsumen baru sama dengan kompetisi baru. Oleh sebab itu, brand-brand e-commerce tersebut harus meningkatkan pendekatan omni channel mereka. Melalui kemampuan brand untuk meningkatkan kepuasan konsumen. 

Salah satu cara untuk melakukan omnichannel adalah dengan menggunakan data konsumen. Hal ini ditujukan untuk memperbaiki pengalaman konsumen atas situs yang ditawarkan e-commerce. Salah satu langkahnya adalah membuat suatu platform mudah digunakan dengan formula dasar yang benar.

Pembentukan Ritel yang Baru

Banyak konsumen lama maupun baru melihat diri mereka akan melanjutkan berbelanja online, walaupun pandemi sudah berakhir. Oleh sebab itu, pemasaran produk sebuah bisnis harus dilakukan reshape atau pembentukan kembali dengan strategi dan cara yang baru. 

Namun, secara tidak tampak, konsumen telah memberikan petunjuk yang cukup jelas kepada e-commerce untuk membentuk kembali ritel mereka. Contohnya adalah dengan memberikan feedback atau ulasan tentang kepuasan pengguna e-commerce tersebut.

Selain dari itu, e-commerce juga dapat melihat pola penggunaan konsumen. Oleh karena itu, konsumen dapat membentuk kembali ritel yang tersedia online. Terutama para konsumen baru yang akan lebih cepat menangkap kekurangan dan kelebihan dari e-commerce tersebut.

Contohnya dengan memberikan pengalaman berbelanja yang baru bagi pelanggan. Misalnya, menggunakan teknologi AR dan model 3D dalam berbelanja di platform tersebut.

Kepuasan Pelanggan E-commerce sebagai Pembeda

Setelah terbentuknya pemasaran produk yang baru dengan pendekatan yang tepat, akan terbentuk kepuasan dari konsumen maupun pengguna e-commerce. Kepuasan inilah yang akan menjadi suatu pembeda dari e-commerce satu dengan yang lainnya. Pembeda ini yang menjadi titik kompetitif bagi para e-commerce tersebut.

Oleh sebab itu, e-commerce harus “memutar otak” untuk bisa menemui ekspektasi konsumen hingga terciptanya kepuasan tersebut. Ini memang menjadi sebuah tantangan bagi brand tersebut, namun demi keberlangsungan e-commerce, ini wajib dilakukan.

Contoh yang paling sederhana adalah dengan meminimalisir kemungkinan konsumen mengembalikan atau komplain terhadap produk tersebut. Hal ini dapat menunjukkan kepuasan konsumen ditambah dengan feedback yang mereka berikan.

Tantangan Brand Building 

Brand building atau membangun suatu brand dari e-commerce merupakan hal yang paling penting dalam berbisnis. Maksudnya adalah untuk menempatkan nama brand tersebut di luar sana hingga menjadi hal yang publik ketahui.

Tantangan yang perlu dihadapi, yakni dominasi pasar terdapat pada marketplace atau situs perantara untuk penjual dan pembeli. Sedangkan, e-commerce tidak semuanya berbentuk marketplace. Oleh sebab itu, untuk membuat nama brand dikenal adalah suatu hal yang cukup menantang.

Beberapa cara untuk menunjang brand building suatu e-commerce adalah membentuk suatu relasi dengan berbagai macam perusahaan. Kemudian, peningkatan personalisasi dan pelayanan publik, hingga membentuk suatu komunitas yang dapat membantu brand building tersebut.

Retensi Menjadi Prioritas Utama

Retensi merupakan jumlah jaminan yang ditahan atau belum dikeluarkan sampai memenuhi syarat. Memberikan retensi dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen dalam berbelanja online. Hal tersebut disebabkan bahwa jika barang atau jasa yang mereka beli tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan. Mereka wajib mendapatkan jaminan tersebut.

Oleh sebab itu, retensi telah menjadi syarat atau prioritas utama bagi sebuah e-commerce. Dengan feedback kepercayaan pelanggan, e-commerce juga dapat semakin menarik konsumen setia dengan penghargaan lainnya kepada mereka. Hal tersebut dilakukan demi terciptanya konsumen tetap dan baru kedepannya.


Para calon CEO, sudah catat 5 hal penting apa saja yang harus kamu ketahui tentang e-commerce di masa pandemi ini? Jangan lupa untuk berusaha menerapkan 5 hal tersebut dan terus maju.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments