Ini Dia Jenis-jenis Insentif untuk Pekerja, Penting Diketahui Pemilik Bisnis!

jenis-jenis insentif untuk pekerja
Isi Tabel

Jenis-jenis insentif untuk pekerja menjadi salah satu hal penting yang wajib diketahui oleh para pemilik bisnis. Ya, insentif bisa menciptakan karyawan yang berkualitas dan membangun lingkungan kerja sehat sehingga bisnis pun berhasil.

Karena itu, sebagai pemilik bisnis ada baiknya untuk memahami bahwa insentif bukan hanya mencakup finansial. Lalu, apa saja jenis insentif yang perlu diberikan kepada karyawan? Jika penasaran dengan berbagai jenisnya, berikut pembahasan lengkap AwanApps!

Baca juga: 6 Cara Menyelesaikan Deadline Pekerjaan Tanpa Rasa Stres

Jenis-jenis Insentif untuk Pekerja Secara Umum

Ilustrasi Jenis-jenis Insentif untuk Pekerja. (Sumber: Unsplash)

Perlu dipahami, insentif merupakan suatu penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi atau untuk menjadi pendorong agar kinerja serta produktivitas meningkat.

Dalam dunia bisnis, ada beberapa jenis insentif yang diberikan untuk seorang karyawan. Adapun jenis-jenis insentif yang bisa diperoleh karyawan ketika bekerja di suatu perusahaan, di antaranya:

Insentif Finansial

Insentif finansial termasuk bentuk penghargaan pada para pekerja dalam bentuk uang maupun nilai finansial lainnya. Untuk intensif satu ini juga dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Bonus Tahunan

Pekerja biasanya akan mendapatkan bonus tahunan jika sudah mencapai target tertentu. Tak hanya itu, di Indonesia sendiri telah diatur bonus keagamaan atau dikenal dengan sebutan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai bentuk dukungan untuk kinerja karyawan setiap tahunnya.

  • Tunjangan Kesehatan

Selanjutnya, ada pula tunjangan kesehatan yang diberikan oleh perusahaan untuk memberi dukungan kesehatan kepada pekerja serta keluarganya. Intensif ini diberikan sebagai bentuk komitmen dukungan bagi karyawan dalam program jangka panjang perusahaan.

Jenis-jenis Insentif untuk Pekerja, Insentif Non-Finansial

Selain itu, ada insentif non-finansial berupa penghargaan yang tidak berkaitan dengan uang tunai tetapi sangat dibutuhkan oleh karyawan untuk memotivasi diri. Beberapa jenis insentif non-finansial, seperti:

  • Pengakuan Sosial dan Apresiasi

Sebagai pemilik bisnis, sebaiknya memberikan apresiasi dan pujian atas kontribusi yang dilakukan oleh karyawan. Pengakuan sosial dan apresiasi ini mungkin akan lebih berarti bagi karyawan dibandingkan memberi imbalan finansial.

Hal ini juga menjadi strategi berbiaya rendah untuk menciptakan budaya perusahaan yang saling mengapresiasi. Bahkan, strategi ini bisa membuat perusahaan bisa mengungkapkan perasaan terima kasih kepada karyawan lain di depan umum.

  • Program Pengembangan Karier

Pemberian insentif bisa dalam bentuk program pengembangan karier atau pembinaan berkelanjutan untuk karyawan. Perlu dipahami, program satu ni sangat penting bagi karyawan agar lebih betah bekerja di perusahaan.

  • Fleksibel Jam Kerja

Kebanyakan perusahaan saat ini terbiasa untuk menetapkan jam kerja yang fleksibel. Beberapa perusahaan bahkan sudah menawarkan fleksibilitas jam masuk hingga pulang kerja dan tidak terdapat tugas yang mengharuskan datang ke kantor.

Sistem tersebut bernama work from anywhere atau WFA di nama karyawan bisa menetapkan jam kerja yang fleksibel. Dengan WFA, karyawan biasanya masih bisa memonitoring tugas dan tenggat waktu yang diberikan perusahaan.

Insentif Sosial

Selanjutnya, ada intensif sosial yang merupakan bentuk penghargaan kepada karyawan dengan tujuan meningkatkan interaksi sosial dan hubungan baik antar sesama karyawan. Beberapa bentuk intensif sosial yang bisa diberikan kepada karyawan, yaitu:

  • Budaya Perusahaan yang Positif

Budaya perusahaan yang positif bisa menciptakan lingkungan kerja ramah, mendukung karyawannya dengan baik, serta inklusif. Dengan begitu, karyawan pun akan merasa dihargai, dihormati, dan didengar.

  • Acara Perusahaan

Bisnis umumnya melibatkan banyak interaksi sehingga perlu untuk selalu menjaga silaturahmi kepada sesama karyawan. Hal yang bisa dilakukan agar interaksi sosial terjaga, yakni mengadakan acara-acara perusahaan, seperti family gathering atau kegiatan rekreasi lainnya.


Itu dia jenis-jenis insentif untuk pekerja yang penting diketahui oleh para pemilik bisnis atau usaha. Pastikan untuk memberikan insentif kepada karyawan sesuai haknya, terutama jika sudah melakukan pekerjaan dengan baik ya!

Baca juga: Wajib Tahu, Berikut 4 Penyebab Mutasi Pada Karyawan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments