Sepeda Kayuh Pengolah Sampah Karya Mahasiswa UNS

Ilustrasi sepeda kayuh untuk mengolah sampah. (Sumber: Kompas.com)
Isi Tabel

Seperti yang diketahui, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan memang masih kurang. Beberapa masyarakat masih tak bisa lepas dari kebiasaan buruk, yakni membuang sampah sembarangan. Padahal, kebiasaan buruk seperti itu akan berdampak merugikan bagi lingkungan sekitar, misalnya banjir.

Untuk meminimalisir permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan inovasi media pengolah sampah organik dan anorganik berbasis sepeda. Para mahasiswa itu terdiri dari Iksan Riva Nanda, Dji Hanafit, Arifin Subkhan, Abdul Azis, dan Alvin Kurniawan.

Diji Hanafit, perwakilan tim mengatakan, seluruh anggota tim berinisiatif untuk menciptakan program edukasi pengolahan sampah sejak dini pada anak-anak. Tujuannya agar dapat mengajarkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak. 

“Pemilihan sepeda sebagai media program edukasi bertujuan untuk lebih menarik minat anak-anak dalam mengolah sampah,” jelas mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin tersebut, dikutip dari laman resmi UNS, Senin (28/03).

Proses Pengolahan Sampah

Program edukasi ini dilaksanakan dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak dan masyarakat terkait kategori jenis-jenis sampah. Pertama, mereka akan memilah sampah-sampah yang ada di lingkungan sekitar.

Kemudian, akan ada proses pengolahan sampah dengan sepeda kayuh. Cara pengolahannya adalah sampah yang sudah dipilih itu akan dimasukkan ke dalam kotak pencacah. Selanjutnya, sepeda dikayuh hingga pisau berputar menghaluskan sampah.

Baca juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Pembasmi Hama Tenaga Surya

Setelah itu, anak-anak diberikan edukasi terkait pengolahan lanjutan dari hasil cacahan. Salah satunya adalah sampah organik untuk budidaya magot. Berbeda dengan sampah anorganik yang digunakan untuk bahan pendukung pembuatan perabot rumah.

Dengan edukasi seperti ini, anak-anak pun menjadi tertarik memahami pengolahan sampah tersebut. Sebab, metode yang digunakan tidak bersifat membosankan. Bukan hanya sekadar mengolah sampah, sepeda tersebut juga dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

“Jadi, penggunaan media sepeda sebagai pengolah sampah juga untuk mengajarkan kebiasaan olahraga kepada mereka. Lewat inovasi ini, mereka bisa menjaga lingkungan sekaligus kesehatan, terutama pada kondisi pandemi saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, program edukasi pengolahan sampah ini melibatkan kerja sama dengan mitra Sekolah Alam Bengawan Solo (SABS). Lembaga tersebut merupakan Pendidikan non-formal yang terletak di Juwiring, Klaten. Sebab, SABS telah menerapkan pembelajaran berbasis alam pada siswanya.

Menurut Dji, pembelajaran tersebut selaras dengan tujuan dari adanya program edukasi pengolahan sampah yang telah dirancang. Oleh karena itu, para mahasiswa UNS tersebut tertarik bekerja sama dengan pihak SABS.

Baca juga: Mahasiswa IPB Gagas Pengelolaan Sampah Jadi Listrik


Kini, media pengolah sampah berbasis sepeda kayuh itu juga sudah diserahkan kepada pihak mitra. Tujuannya agar alat tersebut bisa digunakan sebagai media edukasi. Para mahasiswa itu untuk selanjutnya akan berusaha agar program tersebut bisa terus berkembang.

“Harapannya, dari pelaksanaan program edukasi ini tidak hanya di lingkup SABS, akan tetapi program edukasi ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” tutupnya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments