Pernah nggak sih kamu kepikiran, kenapa harga barang di e-commerce sering kali lebih murah dibandingkan kalau beli langsung di toko fisik? Kadang bedanya bisa lumayan jauh, bahkan untuk produk yang sama persis.
Misalnya, sepatu yang di toko dijual Rp500.000, tapi di e-commerce ada yang jual Rp400.000 atau bahkan lebih murah lagi kalau ada promo. Kok bisa begitu? Apa jangan-jangan barang di e-commerce kualitasnya lebih jelek? Atau ada trik tertentu yang bikin harga di online shop bisa lebih miring?
Baca juga: Fakta Gila! Barang yang Dibuang Toko Online Bisa Dijual Lagi Loh! Kok Bisa
Alasan Barang E-Commerce Bisa Lebih Murah

Di artikel ini, kita bakal bongkar semua alasan kenapa harga barang di e-commerce sering lebih murah daripada di toko fisik. Simak sampai habis ya!
E-Commerce Tidak Punya Biaya Operasional Sebesar Toko Fisik
Salah satu alasan utama kenapa barang di e-commerce lebih murah adalah karena biaya operasional yang jauh lebih kecil dibanding toko fisik.
Bayangkan sebuah toko di mal besar. Pemiliknya harus membayar:
- Sewa tempat yang mahal
- Listrik, air, dan biaya pemeliharaan
- Gaji karyawan
- Pajak bisnis yang lebih tinggi
Sedangkan kalau jualan di e-commerce, terutama bagi seller individu atau UMKM, semua biaya itu bisa diminimalkan. Mereka bisa jualan dari rumah atau gudang kecil tanpa perlu bayar sewa toko mahal. Ini yang bikin harga barang bisa ditekan dan lebih murah dibanding toko fisik.
Bahkan untuk brand besar yang juga punya toko online, mereka tetap bisa menjual dengan harga lebih murah karena tak perlu membayar biaya operasional sebanyak toko offline.
Persaingan Ketat di E-Commerce Bikin Harga Harus Kompetitif
Kalau di toko fisik, kamu biasanya cuma bisa membandingkan harga barang dari beberapa toko dalam satu lokasi. Tapi kalau di e-commerce, dalam hitungan detik kamu bisa cek harga dari puluhan atau bahkan ratusan penjual.
Akibatnya, seller di e-commerce harus bersaing menawarkan harga terbaik supaya barangnya laku. Mereka sering melakukan:
- Perang harga untuk menarik pelanggan
- Diskon dan promo khusus supaya lebih menarik dibanding kompetitor
- Gratis ongkir atau cashback agar pembeli merasa lebih untung
Di dunia online, jika harga terlalu mahal, pembeli bisa dengan mudah mencari seller lain yang lebih murah. Jadi, seller mau nggak mau harus menyesuaikan harga supaya tetap kompetitif.
Tidak Ada Perantara atau Distributor Tambahan
Di toko fisik, sering kali ada rantai distribusi yang lebih panjang. Misalnya:
- Produsen → Distributor Besar → Agen → Toko → Pembeli
- Produsen → Importir → Distributor → Toko → Pembeli
Setiap perantara ini tentu ingin mengambil keuntungan, sehingga harga barang di toko fisik jadi lebih mahal.
Di e-commerce, banyak seller yang menjual barang langsung dari pabrik atau tangan pertama. Bahkan ada yang langsung membeli barang dalam jumlah besar (grosir) lalu dijual eceran di marketplace. Karena rantai distribusinya lebih pendek, harga bisa ditekan lebih murah dibanding toko fisik yang melalui banyak perantara.
Banyak Seller yang Menggunakan Sistem Pre-Order
Sebagian besar toko fisik harus menyetok barang dalam jumlah banyak supaya bisa langsung dijual ke pelanggan. Tapi di e-commerce, banyak seller yang menggunakan sistem pre-order atau jualan dengan sistem dropship.
Pre-order artinya barang baru akan diproduksi atau dikirim setelah ada pesanan. Sementara dropshipping adalah sistem di mana seller tidak menyimpan stok sendiri, tetapi meneruskan pesanan ke supplier yang langsung mengirimkan barang ke pembeli.
Karena tidak perlu menyetok banyak barang atau menyewa gudang besar, seller bisa memangkas biaya modal dan menekan harga jual.
Promo, Diskon, dan Subsidi dari Marketplace
Pernah lihat diskon besar-besaran di Shopee, Tokopedia, Lazada, atau e-commerce lainnya? Banyak marketplace yang memberikan subsidi agar harga barang lebih murah.
Beberapa bentuk promo dari e-commerce antara lain:
- Flash sale (harga dipangkas dalam waktu terbatas)
- Voucher cashback dan gratis ongkir
- Diskon besar pada tanggal-tanggal tertentu (misalnya 9.9, 11.11, 12.12, dll.)
- Subsidi dari platform untuk menarik lebih banyak pembeli
Sebagai contoh, dalam event besar seperti Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), marketplace sering memberikan potongan harga yang sangat besar agar transaksi meningkat.
Tapi perlu diingat, meski terlihat murah, kadang promo ini juga ada syarat dan ketentuannya. Jadi tetap harus jeli sebelum checkout ya!
Barang Kualitas ‘Alternatif’ atau KW Lebih Mudah Beredar di E-Commerce
Salah satu alasan kenapa barang di e-commerce bisa lebih murah adalah karena lebih banyak produk alternatif atau KW yang beredar di sana.
Misalnya, produk fashion dan elektronik. Kalau di toko resmi atau mal, biasanya yang dijual adalah barang original atau resmi. Sedangkan di e-commerce, kita bisa menemukan berbagai pilihan, termasuk:
- Barang KW atau replika yang mirip dengan produk asli tapi harganya jauh lebih murah
- Barang OEM (Original Equipment Manufacturer) yang diproduksi oleh pabrik tanpa merek
- Barang dari pabrik atau gudang yang dijual lebih murah karena ada cacat kecil (grade B atau C)
Jadi, kalau kamu menemukan harga barang yang jauh lebih murah di e-commerce, cek dulu apakah produknya original atau ada embel-embel ‘mirip ori’ atau ‘inspired by’ yang biasanya menandakan barang KW.
Pajak di E-Commerce Bisa Lebih Rendah
Beberapa toko fisik harus membayar pajak lebih tinggi, terutama jika mereka berbasis di mal atau pusat perbelanjaan besar.
Di sisi lain, banyak seller kecil di e-commerce yang belum masuk kategori wajib pajak atau belum dikenakan pajak sebesar toko fisik. Ini juga bisa menjadi salah satu faktor kenapa harga barang di online shop bisa lebih murah.
Setelah kita bongkar berbagai alasan, bisa disimpulkan bahwa harga barang di e-commerce lebih murah karena:
- Biaya operasional lebih rendah dibanding toko fisik
- Persaingan ketat antar penjual yang membuat harga lebih kompetitif
- Tidak ada perantara atau rantai distribusi yang panjang
- Banyak seller menggunakan sistem pre-order atau dropship
- Subsidi dan promo dari marketplace
- Lebih banyak pilihan barang alternatif atau KW
- Pajak yang lebih rendah dibanding toko fisik
Tapi meskipun harga lebih murah, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat belanja online:
- Cek reputasi seller sebelum membeli untuk memastikan barang asli dan berkualitas
- Baca deskripsi produk dengan teliti agar tidak tertipu barang KW atau barang dengan kualitas berbeda
- Bandingkan harga di beberapa toko untuk memastikan kamu mendapatkan harga terbaik
- Perhatikan biaya tambahan seperti ongkir karena bisa saja total harga jadi lebih mahal setelah ditambah ongkos kirim
Jadi, apakah barang di e-commerce selalu lebih murah dan menguntungkan? Ya, kalau kamu belanja dengan cerdas!
Nah, sekarang kamu sudah tahu rahasia kenapa harga di online shop bisa lebih murah. Apakah kamu lebih suka belanja di e-commerce atau tetap pilih toko fisik? Share pendapatmu!
Baca juga: Fenomena Flash Sale, Beneran Murah atau Cuma Clickbait?